Bencana banjir terjadi pada tanggal 25 -26 November 2025, awal terjadi musibah banjir karena curah hujan yang cukup tinggi selam berhari – hari , pada tanggal 25 November ketinggian air di sekitar Dusun I mencapai 80 cm. bahkan air sempat surut namun ke esokan hari di tanggal 26 November ketinggian air mencapai 150 cm yang merupakan puncak banjir yang terjadi di Desa Serang Jaya hal ini berlangsung sampai malam hari sehingga memaksa warga untuk mencari tempat yang aman untuk tinggal karena rumah- rumah mereka sudah terendam air sehingga memaksa warga mencari tempat yang aman untuk tinggal. Sebagian warga ada yang mengungsi di rumah tetangga yang tempat tinggalnya mempunyai lantai dua seperti di dusun I rumah merah sebanyak 34 jiwa yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa mengungsi di Rumah Ibu Hj Rosminah dan sebagian besar warga dusun I sebanyak 116 jiwa mengungsi di Masjid Nurul Iman Desa Serang Jaya.
Dampak banjir tersebut menimbulkan banyak kerusakan terutama di wilayah Dusun I Serang Jaya, kursi, lemari, alat-alat Elotronik dan tempat tidur banyak terendam dan mengalami kerusakan, bukan hanya itu saja infrastruktur juga mengalami kerusakan Jembatan penghubung antar desa di Dusun I Serang Jaya terputus karena terjangan air banjir, jalan penghubung di dusun I menuju 4 dusun lainnya longsor sehingga akses masyarakat terganggu hewan ternak milik warga juga ada yang mati karena terbawa arus sebanyak 2 ekor.
Akibat dari bencana tersebut bahan makanan sulit di dapat kalaupun ada harganya terlalu mahal sehingga menambah kesulitan bagi warga masyarakat baik yang terkena langsung atau yang berdampak akibat musibah tersebut. Pemerintah Desa bekerjasama dengan Pihak Kecamatan, Pihak Kepolisian dan BPBD kabupaten langkat berupaya untuk membantu berupa bahan makanan baik itu mie instan, beras, air bersih, minyak dll dan semua itu di upayakan melalui jalur laut yang di dapat dari Pangklan susu dengan menggunakan sampan boat milik bapak Selamat untuk kemudian di bagikan kepada warga yang tertimpa musibah maupun yang terdampak musibah sehingga masyarakat terbantu dan tidak mengalami kekurangan pangan. Selain itu bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan baik kerusakan berat, ringan terus di data guna mendapat bantuan dari pihak BPBD kabupaten langkat untuk Desa Serang Serang Jaya ada dua rumah yang mengalami kerusakan tergolong rusak ringan di bawah 20 % tingkat kerusakannya.
Bencana memang tidak bisa kita cegah namun ini menjadi pengalaman bagi kita semua tentang pentingnya kita menjaga keseimbangan alam sehingga kalaupun terjadi musibah dampaknya tidak terlalu besar. Maka dari itu mari kita jaga alam untuk anak dan cucu kita.